KALIMAT ARGUMENTASI dan KALIMAT PENALARAN

KALIMAT ARGUMENTASI dan KALIMAT PENALARAN

Sebagian anak Indonesia belum dapat menikmati kebahagiaan masa kecilnya. Pernyataan demikian pernah dikemukakan oleh seorang pakar psikologi pendidikan Sukarton (1992) bahwa anak-anak kecil di bawah umur 15 tahun sudah banyak yang dilibatkan untuk mencari nafkah oleh orang tuanya. Hal ini dapat dilihat masih banyaknya anak kecil yang mengamen atau mengemis di perempatan jalan atau mengais kotak sampah di TPA, kemudian hasilnya diserahkan kepada orang tuanya untuk menopang kehidupan keluarga. Lebih-lebih sejak negeri kita terjadi krisis moneter, kecenderungan orang tua mempekerjakan anak sebagai penopang ekonomi keluarga semakin terlihat di mana-mana.

Kemudikan Mobil Sambil Telepon Lebih Aman

Menyetir sambil berbicara di telepon dipercaya dapat meningkatkan kecelakaan lalu lintas. Namun sebuah penelitian terbaru mengungkapkan berbicara di telepon dan mendengarkan radio membuat pengemudi lebih aman. Penelitian ini diterbitkan di journal Human Factors seperti yang dilansir DailyMail, Kamis (17/2). Hasil temuan ini kebalikan dari penelitian sebelumnya. Penelitian baru dari Kansas University mengatakan bahwa pengemudi yang terlibat dalam tugas sekonder lebih perhatian ke jalan. Pasalnya, beberapa jenis gangguan ini dapat membantu pengemudi yang bosan tetap fokus.  Studi sebelumnya telah menunjukkan bahwa pengemudi yang berbicara di telepon lebih rentan mengalami kecelakaan, namun para peneliti sekarang mengatakan pengemudi yang monoton dapat membuat dirinya berisiko mengalami kecelakaan. Penelitian ini menunjukkan bahwa driver yang kehilangan fokus di jalan disebabkan kebosanan. Perhatian mereka dapat ditingkatkan dengan melakukan tugas sekunder, terutama selama perjalanan mereka.  Dalam simulator mengemudi ini melibatkan 45 peserta yang melaju selama 30 menit sambil berbicara di telepon. Tingkat perhatian pengemudi diukur oleh kemampuan mereka untuk tetap pada jalurnya sendiri, bereaksi pada waktunya untuk menghindari mobil penyusup, menghindari manuver-manuver kemudi radikal untuk mempertahankan kondisi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pengemudi yang harus melakukan tugas secara bersamaan, di akhir perjalanan lebih mungkin untuk tetap pada jalurnya sendiri dan kurang kemungkinan untuk membuat kesalahan, dibandingkan dengan pengemudi yang terus menerus melaju atau tidak ada tugas tambahan.  Temuan ini menunjukkan bahwa pengemudi menjadi monoton dan pikiran melayang dari jalan, strategi memperkenalkan tugas tambahan, seperti berbicara di telepon atau mendengarkan radio, cenderung meningkatkan perhatian pengemudi dan stabilitasnya. Namun para peneliti memperingatkan bahwa walaupun hasil ini menunjukkan peningkatan dalam mendorong kinerja pengemudi, masih ada tingkat risiko yang terlibat ketika pengemudi melakukan tugas sekunder.

Vaksinasi Kanker Serviks

Kanker serviks di Indonesia menduduki peringkat pertama penyebab kematian wanita. Dan sebenarnya, penyakit ini dapat dicegah dengan vaksinasi. Di dunia, kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan jenis kanker kedua yang paling banyak diderita wanita usia di atas 15 tahun. Sekitar 5000 wanita didiagnosis menderita kanker serviks, dan setiap 2 menit seorang wanita meninggal karena kanker ini. Di Indonesia, setiap satu jam seorang wanita meninggal karena kanker. Menurut dr Bramundito, SpOG, kanker serviks merupakan beban kesehatan, psikologi, dan sosial bagi wanita penderita. Penyakit ini dapat menyerang semua wanita, khususnya yang aktif secara seksual, tanpa memandang usia atau gaya hidupnya. “Tetap ada faktor risiko yang potensial menyebabkan kanker serviks. Di antaranya, melakukan hubungan seks di usia muda, sering berganti-ganti pasangan seksual tanpa menggunakan kondom, sering menderita infeksi di daerah kelamin, melahirkan banyak anak, dan kebiasaan merokok. Juga defisiensi vitamin A, C, dan E.” ujarnya.

Menggemukan Tubuh Secara Sehat

Banyak perempuan menginginkan untuk menurunkan berat badannya, hal ini pula yang menjadikan informasi untuk menaikan tubuh secara sehat janggal kita temui. Menaikan berat tubuh dengan cara yang sehat dapat dicapai dengan komposisi yang tepat antara kombinasi konsumsi nutrisi yang tepat serta program menggemukan tubuh secara konstan. Mengenai nutrisi, sangat penting untuk selalu mengkonsumsi protein, karbohidrat, dan lemak tak jenuh jika ingin tubuh menjadi sedikit berdaging. Protein sangat dibutuhkan, karena mereka memperbaiki dan membangun jaringan otot setelah melakukan aktifitas. Orang pada umumnya harus mendapatkan seperempat gram protein per kilo berat tubuh, sementara untuk menambah berat badan sedianya konsumsi setengah gram per kilo tubuh. Jangan lupakan karbohidrat, zat yang menghasilkan glukosa. Sehingga tubuh mendapatkan sumber energi. Karbohidrat dibedakan menjadi tiga jenis, ringan, rumit, dan berserat. karbohidrat ringan dapat kita temukan pada jus buah, sementara karbohidrat rumit akan kita temukan pada kentang, tepung terigu, pasta, atau nasi. Dan karbohidrat yang berserat kita jumpai pada sayuran seperti jagung, kacang hitam, dan brokoli. Melakukan program penggemukan badan sangat penting untuk makan lebih sedikit dengan frekuensi yang lebih banyak, daripada makan tiga kali sehari dengan porsi yang banyak. Kenapa ini menjadi penting? Karena tingkat frekuensi makan mempengaruhi daya serap tubuh, sehingga semakin sering konsumsi makan maka tubuh akan lebih cepat menyerap nutrisi.

Stroke Membuat Ingatan Rusak

Para orang tua sering tidak menyadari atau mungkin lupa bahwa mereka pernah terkena stroke dan mungkin juga tidak dapat diandalkan sebagai sumber informasi medis, menurut para peneliti dari Amerika Serikat. Scan otak menunjukkan bahwa sementara 12 persen dari orang tua yang ditanya mengenai mengenai stroke mengingat teah mengalaminya sekali, tapi hampir sepertiga mengalami kerusakan otak yang menunjukkan mereka pernah mengalaminya. Stroke tersebut dapat merusak ingatan, dan banyak orang juga mengalami yang sering disebut silent stroke yang tidak pernah terdiagnosa pada waktu itu, tulis Dr. Christiane Reitz dari Pusat Medis Universitas Columbia di New York dan rekan-rekannya dalam Archives of Neurology. “Stroke diasosiasikan pada kerusakan motorik tapi juga bisa disertai kerusakan ingatan, sensasi, bicara atau bahasa, mengurangi kemampuan seorang individu dalam melaporkan sejarah strokenya secara akurat,” tulis mereka. Tim peneliti mempelajari Magnetic Resonance Imaging atau scan MRI dari 717 orang berusia 65 tahun atau lebih yang ditangani oleh program Asuransi Medis pemerintah pusat untuk orang tua. “Kira-kira 75 persen dari stroke muncul pada orang-orang yang berusia lebih dari 65 tahun,” para peneliti menulis. Para relawan diinterview mengenai kesehatan mereka dan mengikuti beberapa tes dasar neurologis dan psikologis. Para pasien dan perawat juga menyelesaikan survey mengenai sejarah stroke, termasuk apakah mereka pernah mengalami gejala stroke atau pernah diberitahu mereka pernah mengalami stroke. Hampir mendekati 12 persen, atau 85 orang, mengatakan mereka pernah mengalaminya. Namun scan MRI menunjukkan 225 orang, atau 30 persen, pernah benar-benar menderita stroke. Orang-orang yang salah mengerti kebanyakan memiliki ingatan atau kemampuan bahasa yang buruk, atau memiliki faktor resiko stroke seperti tekanan darah tinggi atau pernah mengalami serangan jantung. Orang yang lebih muda dalam penelitian tersebut kebanyakan paham dengan tes tersebut. “Akan tetapi, kemungkinan besar dari stroke yang tidak dilaporkan adalah silent stroke,” tulis para peneliti. Tim peneliti mengatakan para peneliti yang ingin mempelajari tentang stroke pada orang tua harus mengandalkan scan MRI, bukan pasien, untuk mendapatkan informasi akurat mengenai sejarah stroke

Keterangan :

Kalimat yang berwarna merah adalah contoh kalimat argumentasi.

Kalimat yang berwarna biru adalah contoh kalimat penalaran.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: